SUPERHEROES

SUPERHEROES

Love Story (JHC)


Kisah kehidupanku memang sudah dimulai sejak aku baru dilahirkan di dunia ini, namun kisah kehidupanku yang sebenarnya baru dimulai ketika aku beranjak dewasa dan menduduki bangku smp. smp adalah masa terindah dalam hidupku hingga saat ini. mungkin bukan karena pelajaran yang aku terima ketika aku duduk di kelas dan memperhatikan apa yang guru jelaskan. namun lebih kepada pengalaman dan teman - teman yang takkan terlupakan yang kudapatkan pada masa smp. berutung pada saat pertama kali aku menduduki bangku smp aku didaulat untuk masuk dalam jajaran siswa dan siswi yang terpilih untuk duduk di kelas khusus yang katanya kelas terbaik di sekolahku. sangat bahagia. itu kata yng dapat menggambarkan perasaanku saat itu. bukan hanya karena aku mendapat kelas yang terbaik, namun juga karena teman - teman sekelasku yang benar - benar 'solid'. walaupun tidak semua guru disana menyenangkan, namun seperti apapun guru itu akan menjadi seru jika bersama mereka, aku akui pada saat itu sungguh aku masih belum berfikir dewasa. masih senang memikrkan permainan dibanding pelajaran apalagi 'cinta'. huh. perjalanku berlanjut di kelas 2 smp. aku tetap menjadi aku yang dulu. aku tetap berada di kelas pilhan itu, walau tidak semua anggota kelas itu masih duduk sekelas denganku. mereka justru lebih 'solid' dari yang dulu. mungkin karena kita sudah satu kelas satu tahun. hari - hari kujalani seperti dulu. tak ada yang berbeda. tak ada yang berubah, tetap tanpa cinta. hanya mereka sahabat - sahabatku. pada waktu tu kebetulan di sekolahku sedang diadakan lomba bulan bahasa. aku sama sekali tdak berharap untuk mengikuti lomba. karena ya ini lah aku. aku yang tidak pernah percaya akan kemampuan diriku. aku yang selalu tidak dihargai di keluargaku membuat aku tak perah mengharapkan prestasi apapun. karena prestasi apapun yang kudapat takkan pernah mendapat respon positif dari mereka. namun aku di minta oleh temanku yang bernama Lia untuk menjadi rekanya dalam LPIR pada bulan bahasa kala itu. mulanya aku tidak terlalu tertarik dengan ajakan itu karena aku tidak pernah terlatih sedikitpun dalam penulisan resmi. namun karena ia membuatku yakin bahwa aku dapat membantunya. aku mulai tertarik untuk mengikutnya. singkat cerita lomba telah berlangsung dengan sangat baik dan kami pun mendapat peringkat 3 dalam perlombaan itu. ada cerita yang terlewat pada tahap pengerjaan karya ilmiah itu. aku yang slama ini awam akan cinta. mulai merasakan indahnya perasaan itu. wanita pertama yang ada dalam hatiku. walaupun waktu tu kejadianya tidak sesuai dengan apa yang aku bayangkan. aku tidak kuasa untuk menemuinya, ribuan halangan menerjang langkahku.ya mungkin memang aku yang bersalah kepadanya. maklum lah jika ia memutuskan hubungan kita waktu itu. ya mungkin aku harus bisa menerimanya. seiring dengan berjalanya waktu ada ajakan lagi untuk mengikuti lomba serupa namun kali ini pada awalnya aku hanya bertugas membuat presentasi dari karya ilmiah yang sudah dibuat oleh adik - adik kelasku tercinta. hahaha. namun pada saat lomba berlangsung aku dimintai tolong untuk mengoperasikan laptop untuk presentasi mereka. ya apa boleh buat. membantu teman kan tidak ada salahnya. betul tidak? dan kami pun pulang dengan perasaan yang bahagia walaupun kami tidak berharap untuk menjadi juara dalam lomba itu. kami kembali ke sekolah smp kami yang tercinta. aku dan kedua adik kelasku waktu itu dan kamipun bertukar nomor handphone. sesampainya dirumah kamipun lanjut saling berkirim pesan singkat (sms). tak kusangka sebelumnya aku tertarik pada salah seorang diantara mereka. perasaan itu seakan sangat berbeda dari yang  pertama. waktu bergulir begitu cepat. dan kami pun jadian. kurasa ada masalah yang lebih pelik diantara kita pada saat itu. masih dalam kaitan yang sama "susah ketemu". namun kali ini ada faktor yang lebih besar yang membuat aku sangat sulit untuk menemuinya. mungkin ini hanya aku yang merasakan tapi itu sangat mendalam. saat aku sedang bersamanya ia tak pernah sedikitpun menganggap ku sebagai kekasihnya. sangat 'cuek'. kata itulah yang dapat kukatakan untuk menggambarkan pandangnku terhadapnya waktu itu. cantik memang tapi jika sifatnya seperti itu? aku sempat berfikir untuk meninggalkanya, namun apa mau dikata cinta berkehendak lain. ak berusaha untuk tetap bersamanya, walaupun sakit rasanya.satu bulan kita jadian tepat pada kala itu ia mengatakan kta putus kepadaku tanpa alsan yang jelas. ironis, aku menyesal dengan keputusanku terdahulu. jika saja aku dapat mengalahkn perasaan ku terhadapnya, mungkin hal ini takkan penah terjadi. sudahlah, akhirnya kita pun putus. butuh waktu yang lumayan lama untuk melupakanya. disaat aku hampir mampu untuk melupakanya. sebuah kabar terngiang di telingaku. ia telah menjadi kekasih sahabatku sendri. ya mungkin ia tak menganggapku sahabatnya, tapi aku iya. karena kita sudah 8 tahun berada dalam kelas yang sama. sudah tentu aku sangat mengenalnya. sakit rasanya. bukn karena mereka yang jadian akan tetapi karena ucapan beberapa sahabatku yng lain yang mengatakan bahwa mereka sempat dekat waktu ia masih menjadi kekasihku. itulah penyasalan terbesarku. aku tidak mendengarkan perkataan sahabatku. sekarang? apa yang sudah terjadi takkan bisa di putar kembali. aku akan berusaha bahagia untuk sahabatku itu. tapi aku merasa ada yang aneh dengan sahabatku itu. semenjak mereka jadian, aku merasa sahabatku itu menjauh dariku.sangat ironis, apakah ini berarti ia merasa bersalah terhadapku? ahh, aku tak pernah menganggapnya bersalah. cukup lama aku sendiri. ubtuk melupakan luka pernah ada dalam hatiku. mungkin tak ada orang yang pernah tau betapa sakitnya aku kala itu. yah kisahku berlanjut di kelas 3 smp. kali ini aku kurang beruntung  aku tidak lagi duduk di kelas terbaik itu dan  menurutku ini adalah awal dari semua kesialan yang aku dapatkan hingga saat ini. ya, mungkin soal kesialan tersebut akan aku ceritakan lain waktu. "mungkin kelas ini tidak terlalu buruk" itulah pandangan pertamaku terhadap kelas itu. memang tidak jauh berbeda hanya saja cara bergaul mereka agak sedikit berbeda. mereka lebih sering berinteraksi antar kelas tidak seperti kelasku dulu. lebih banyak berinteraksi dengan rekan sekelas, banyak kelebihan dad kekurangan masing - masing. namun pada akhirnya aku dapat menerimanya dengan perasaan bahagia. pada semester genap kelas 3 aku mulai menaruh perhatian lebih pada salah seorang rekan sekelasku yang tidak lain sudah menjadi rekan sekelasku sejak kelas 1. aku juga tidak mengerti kenapa aku melakukan itu. perasaan yang sama yang terjadi sebelumnya itupun muncul kembali. aku tak kuasa untuk menolaknya, walaupun kala itu ia telah memiliki kekasih. sakit hatiku ketika dalam setiap pesanya selalu menyebut nama kekasihnya. pesan demi pesan telah kuhadapi dengan besar hati, sampai suatu hari satu pesan darinya kuterima kabar bahwa ia telah putus dengan kekasihnya, akupun tidak menyia - nyiakan kesempatan itu. aneh, itulah kata yang dapat kuucap saat ini ketika mengingat kejadian itu, awalnya ia menolakku. yah akupun sudah menduganya, jadi aku pun sudah siap menerimanya. namun keesokan harinya ia memberikan tanggapan yang berbada kepadaku, " kita masih bisa jalan berdua kok" itulah kata-katanya di keesokan hari. akupun bertanya - tanya maksud dari ucapanya itu. ia pun memperjelasnya bahwa ia menerimaku. walaupun aneh akupun mengiyakan ajakanya. beberapa hari kita jadian aku tak sedikitpun merasakan kebahagiaan, kita backstreet. uhh menyebalkan, bukan hanya itu ia pun masih menceritakan tentang kekasihnya yang dulu kepada teman - temanya. mungkin aku sudah tidak tahan lagi waktu itu. sehingga kami pun putus. tidak butuh waktu lama akupun mulai menjalin PDKT dengan rekan sekelasku yang lain. namun aku menjamin dia bukanlah pelarianku, akupun tak memiliki 'relationship target' waktu itu. singkat cerita kamipun jadian. berbeda dengan kekasihku yang sebelumnya kali ini tidak ada masalah sedikitpun. hanya kebahagiaan yang menyelimutiku. masalah - masalah yang dahulu pasti muncul. tidak denganya, terimakasih atas semua itu. mungkin itu akan menjadi saat - saat yang tak terlupakan bagiku. sampai pada suatu saat, aku dan dia bertengkar hebat karena sepatah kata yang pernah diucapkan mantanya terucap oleh bibirku. entahlah mungkin kata - kata itu mengingatkan dia akan sesuatu yang buruk yang pernah menimpanya. entah mengapa saat itu akupun tak dapat berfikir dewasa. aku pun tidak lagi pernah menemuinya. dia yang memang telah menjauhiku. entahlah apa yang sebenarnya terjadi, akupun tak pernah mengerti itu hingga kini.


terima kasih untukmu yang telah memberi kebahagian terbesar untukku, dan akupun meminta maaf terhadap semua orang yang kusakiti dalam cerita ini, ini adalah apa yang dikatakan hatiku. mungkin hanya disini aku dapat menjelaskannya.
sekali lagi aku mohon maaf yang sebesar - besarnya


Masa lalu hanya untuk dikenang jangan sampai tersesat dan berlarut - larut di dalamnya.


just remember your past and dont be lost your selfes in it!.





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

ira bya mengatakan...

hwa.. maf juja sbelum nya..
tp mungkin itu yg terbaik wktu itu :)

Wahyu D'reincarnation Of Odonk mengatakan...

ya mungkin memang itu yang harus terjadi..
toh hidup masih terus berjalann..

kita harus bisa survive dengan apapun yang terjadi..

masih panjang jalan yang mungkin dapat kita lalui. dengan takdir yang berbeda.

hahahahha
thx ya buat yang duludulu.

Posting Komentar